Aug
2010

Live Your Life

Hidup adalah kesempatan, gunakan itu
Hidup adalah mimpi, wujudkan itu
Hidup adalah kewajiban, penuhi itu
Hidup itu mahal, jaga itu

Hidup adalah keindahan, kagumi itu
Hidup adalah tantangan, hadapi itu
Hidup adalah pertandingan, jalani itu
Hidup adalah kekayaan, simpan itu

Hidup adalah kasih, nikmati itu
Hidup adalah janji, genapi itu

(Spirit, 4 Agustus 2010)

Jul
2010

Manfaat Ubi Jalar

‎​Menurut Buku The Miracle of Enzyme oleh Prof Seorang Jepang… Semua jenis kanker penyebabnya dari tumpukan racun dlm usus. Ubi jalar adalah pembersih usus dan menciptakan enzym demi kestabilan perpecahan sel. Jika usus bersih tdk mudah terkena penyakit maka dengan pasti dapat mencegah sel jahat/kanker.
Kandungan vitamin C dalam ubi tahan panas walaupun dimasak…tetap awet dan kulitnya mngandung kalsium dan mineral yg baik untuk tulang.
Makanlah ubi jalar rebus dgn kulitnya setiap hari sebagai sarapan, camilan, dll.
Ubi jalar ada banyak macam… tetapi semuanya hampir sama khasiatnya.
Penduduk di Jepang yg sehat & panjang umur adalah di daerah Okinawa. Makanan pokok mrk adalah ubi jalar, jarang nasi.
Gizi ubi lebih unggul dari beras & gandum, mengandung BIFIDUS yg dapat mengaktifkan vit B2 & memperbanyak bakteri yg berguna sebagai pembersih usus & anti kanker.
Kulit ubi banyak khasiatnya.  Bersihkan sebelum dimasak & makan dengan kulitnya.
Menurut Pakar Jepang ada 35 macam makanan dan 10 jenis obat 2x an anti kanker…ubi jalar lebih unggul dari semuanya.
~Kutipan dari Majalah Kesehatan Jepang~
Semoga panjang umur dan semakin banyak kebajikan bisa diperbuat.

Jul
2010

Pergilah Kau

Tak mau lagi aku percaya
Pada semua kasih sayangmu
Tak mau lagi aku tersentuh
Pada semua pengakuanmu

#
Kamu takkan mengerti rasa sakit ini
Kebohongan dari mulut manismu

Reff:
Pergilah kau
Pergi dari hidupku
Bawalah semua rasa bersalahmu
Pergilah kau
Pergi dari hidupku
Bawalah rahasiamu yang tak ingin kutahui

Tak mau lagi aku terjerat
Pada semua janji-janjimu
Tak mau lagi aku terkait
Pada semua permainanmu

Back to #, Reff

Bertahun-tahun bersama
Kupercayaimu
Kubanggakan kamu
Berikan s’galanya
Aku tak mau lagi
Ku tak mau lagi huoo… Yeee…Hee…

Back to Reff

Pergilah kau
Tak ingin kutahui
Pergilah kau
Ku tahui

by Sherina Munaf

Jul
2010

Tempayan

cerita bijak dari Cina, sebagai bahan renungan.
Seorang ibu di Cina yang sudah tua memiliki dua buah tempayan yang digunakan untuk mencari air, yang dipikul di pundaknya dengan menggunakan sebatang bambu.
Salah satu dari tempayan itu retak, sedangkan yang satunya tanpa cela dan selalu memuat air hingga penuh. Setibanya di rumah setelah menempuh perjalanan panjang dari sungai, air di tempayan yang retak tinggal separuh.
Selama dua tahun hal ini berlangsung setiap hari, dimana ibu itu membawa pulang air hanya satu setengah tempayan. Tentunya si tempayan yang utuh sangat bangga akan pencapaiannya. Namun tempayan yang retak merasa malu akan kekurangannya dan sedih sebab hanya bisa memenuhi setengah dari kewajibannya.
Setelah 2 tahun yang dianggapnya sebagai kegagalan, akhirnya dia berbicara kepada ibu tua itu di dekat sungai. “Aku malu, sebab air bocor melalui bagian tubuhku yang retak di sepanjang jalan menuju ke rumahmu.”
Ibu itu tersenyum dan berkata, “Tidakkah kau lihat bunga beraneka warna di jalur yang kau lalui, namun tidak ada di jalur yang satunya? Aku sudah tahu kekuranganmu, jadi aku menabur benih bunga di jalurmu dan setiap hari dalam perjalanan pulang kau menyirami benih-benih itu.
Selama dua tahun aku bisa memetik bunga-bunga cantik untuk menghias meja. Kalau kau tidak seperti itu, maka rumah ini tidak seasri seperti ini sebab tidak ada bunga.” Kita semua mempunyai kekurangan masing-masing … Namun keretakan dan kekurangan itulah yang menjadikan hidup kita bersama menyenangkan dan memuaskan.
Kita harus menerima setiap orang apa adanya dan mencari yang terbaik dalam diri mereka. Rekan-rekan sesama tempayan yang retak, semoga hari kalian menyenangkan. Jangan lupa mencium wanginya bunga-bunga di jalur kalian. Luangkanlah waktu untuk mengirimkan pesan ini kepada semua rekan yang juga seperti tempayan yang retak ini… hv a nc day..

Jul
2010

C.I.N.T.A.

berapa kali ku harus katakan cinta
berapa lama ku harus menunggumu
di ujung gelisah ini aku
tak sedetik pun tak ingat kamu
namun dirimu masih begitu
acuhkan ku tak mau tahu

* luka luka luka yang ku rasakan
bertubi tubi tubi engkau berikan
cintaku bertepuk sebelah tangan
tapi ku balas senyum keindahan
** bertahan satu cinta
bertahan satu c i n t a
bertahan satu cinta
bertahan satu c i n t a
pernahkah engkau sejenak mengingat aku
pernah kau ingat walau seperti angin berlalu
di setiap malam kini aku
tak sedetik pun tak ingat kamu
namun dirimu masih begitu
acuhkan ku tak mau tahu

by D’Bagindas

Jul
2010

Mindset

‎​‎​Sebelum sang ayah menghembuskan nafas terakhir, dia memberi pesan kepada 2 orang anaknya :
Anakku…ada 2 pesan penting yang ingin ayah sampaikan kepadamu untuk keberhasilan hidupmu.
“Pertama : jangan pernah menagih piutang kepada siapapun”.
“Kedua : jangan pernah tubuhmu terkena terik sinar matahari secara langsung”.
Sang anak pun bingung dengan pesan ayahnya, dan akhirnya sang Ayah pun pergi untuk selama2nya.
5 tahun berlalu sang ibu pun menengok yang si bungsu dengan kondisi bisnisnya yang sangat memprihatinkan, sang ibu pun bertanya wahai bungsu kenapa kondisi bisnismu demikian ?.
Si bungsu menjawab aku mengikuti pesan ayah bu, saya dilarang menagih piutang ke siapa pun sehingga banyak piutang yang tidak di bayar dan lama2 habislah modal saya, yang ke 2 ayah melarang saya terkena sinar matahari secara langsung, dan saya hanya punya
sepeda motor, itulah sebabnya pergi dan pulang kantor saya selalu naik taxi.
Kemudian sang ibu pergi ke tempat si sulung kali ini keadaan berbeda jauh dari si bungsu dan si sulung sukses menjalankan bisnisnya.
Sang ibu pun bertanya, wahai si sulung kenapa hidupmu sedemikian beruntung ??.
Si Sulung pun menjawab : ini karena aku mengikuti pesan ayah bu. Pertama saya dilarang menagih piutang kepada siapapun. Oleh karena itu saya tidak pernah memberikan utang kepada siapapun sehingga modal saya tetap utuh.
Kedua saya dilarang terkena sinar matahari secara langsung, maka dengan motor yang saya punya, saya selalu berangkat sebelum matahari terbit dan pulang larut malam setelah matahari terbenam, sehingga para pelanggan tau toko saya buka paling pagi dan tutup paling larut malam.
Pesan Moralnya :
Si Sulung dan Si Bungsu menerima pesan yang SAMA, namun masing2 memiliki sudut pandang (MINDSET) yang berbeda. Mereka MELAKUKAN cara yang berbeda sehingga mendapatkan HASIL yang berbeda pula.
Hati2lah dengan Mindset kita. Mindset positif memberi hasil menakjubkan. Sebaliknya mindset negatif memberikan hasil menghancurkan.
Semoga bermanfaat..