Dec
2010

Broken Heart Quotes

“The greatest pain that comes from love is loving someone you can never have.”

Trying to forget someone you love is like trying to remember someone you never knew.

Nov
2010

Getting addicted to Mac

Tahun 2003 pada waktu saya ke Sydney, Australia, ipod 1g pertamakali diluncurkan. Maka sebelum saya kembali ke Jakarta, saya membeli 1 ipod.
Tahun 2006, ipod 1g saya mulai bermasalah dengan batere, cari2 di internet akhirnya baterenya bisa diganti. Saya merasa kurang sreg dengan ipod yang setiap saat mesti di-sync dengan komp, maka tidak lama setelah ganti batere, ipod nya saya jual ke penjual batere tersebut.
Tahun 2009, saya mendapatkan hadiah natal dari bapak saya, yaitu Macbook pro 15 inch, ini untuk menggantikan laptop Sony Vaio 10 inch saya yang sudah ada sejak tahun 2005. Mbp ini untuk saya gunakan di kos (karena saya mulai ngekos dekat kantor). Oktober 2010, bapak saya membelikan ipad untuk mobile alias dibawa-bawa (seneng karena gak usah bawa mbp 15″ lagi).
Sekarang saya makin “addicted” dengan mac, pengen beli ipod touch 4g (berhubung iphone masih mahal, lagian udah punya handphone).
Apalagi karena sudah tau cara beli apps legal tapi murah, so now I’m getting addicte to mac.

Nov
2010

Tangan

Lihatlah telapak tanganmu. Ada beberapa garis utama yg menentukan nasib…

♣ Ada garis kehidupan

♢ Ada garis rezeki

♥ Ada pula garis jodoh

Sekarang, menggenggamlah…

Dimana semua garis tadi ?

…semua garis tadi ada di dalam genggamanmu…

ɑpɑ artinya ??

• Apapun takdir dan keadaanmu kelak, semua itu ada dalam genggamanmu sendiri…

itulah rahasia sukses..

Berjuang dan berusaha dengan keras untuk menentukan nasib sendiri (*) (*)

Tapi ••• coba lihat lagi genggamanmu itu…

Ternyata masih ada garis yang tidak ikut tergenggam (?)

Sisa garis itulah yanǥ ada di luar kendalimu…

♤ di sanalah letak kekuatan TUHAN yang gak akan mampu kita lakukan…

itulah bagianNya TUHAN… O:)

♧ maka, genggam dan lakukan bagianmu dengan kerja keras dan dengan kesungguhan hati…

♧ tapi, jangan lupa… bawalah semua itu pada TUHAN karena tidak semua hal mampu kita lakukan… O:)

♧ ingat,… TUHAN selalu menjawab doa kita, tidak selalu sesuai dengan keinginan kita. Tapi, yg pasti, sesuatu yg terbaik untuk kita dalam rencanaNya…O:)

(y)Jadi selalulah berbagi kebahagian, selalu berbuatlah yang terbaik, selalu berdoa memohon bantuanNYA dan selalu bersyukur apa yg telah diberikanNYA…O:)(y)

Oct
2010

Jadilah Seperti Pensil

Seorang anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah surat.

“Nenek lagi menulis tentang pengalaman kita ya? atau tentang aku?”

Mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya,

“Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu PENSIL yang nenek pakai. Nenek harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar nanti”, ujar si nenek lagi.

Mendengar jawaban ini, si cucu kemudian melihat pensilnya dan bertanya kembali kepada si nenek ketika dia melihat tidak ada yang istimewa dari pensil yang nenek pakai.

“Tapi nek, sepertinya pensil itu sama saja dengan pensil yang lainnya”, Ujar si cucu.

Si nenek kemudian menjawab,

“Itu semua tergantung bagaimana kamu melihat pensil ini. Pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang dalam menjalani hidup, kalau kamu selalu memegang prinsip-prinsip itu di dalam hidup ini”,

Si nenek kemudian menjelaskan 5 kualitas dari sebuah pensil.

Pertama:
Pensil mengingatkan kamu kalau kamu bisa berbuat hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kamu jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkah kamu dalam hidup ini. Kita menyebutnya Allah, Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya”.

Kedua:
Dalam proses menulis, nenek kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil nenek. Rautan ini pasti akan membuat si pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga dengan kamu, dalam hidup ini kamu harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik”.

Ketiga:
Pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar”.

Keempat:
Bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab itu, selalulah hati-hati dan menyadari hal-hal di dalam dirimu”.

Kelima:
Sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan…Seperti juga kamu, kamu harus sadar kalau apapun yang kamu perbuat dalam hidup ini akan tinggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan” (www.pondokbaca.com)

Oct
2010

Maaf

Maafkanku, karena membuatmu kecewa
Maafkanku, karena membuat hancur hatimu
Maafkanku, karena membuatmu sangat marah
Maafkanku karena selalu menyakitimu dengan perbuatan dan kata2

Maafkanku yang tidak bisa mengatakan tidak kepadamu
Maafkanku karena tidak bisa meyakinkanmu
Maafkanku karena tidak bisa mengatakan bahwa hati ini juga hancur

Oct
2010

Talenta

Tidak ada orang yang sama sekali tidak diberi talenta apa-apa oleh Tuhan. Hanya memang ada yang diberi banyak, ada yang diberi sedikit. Namun, banyak dan sedikitnya talenta itu bukan soal, sebab yang penting adalah bagaimana kita mengelolanya. Apakah kita mengelolanya dengan baik, sehingga menjadi berkat? Atau, malah menguburnya dan tidak menghasilkan apa-apa.

TALENTA YANG ADA PADA KITA ADALAH TITIPAN TUHAN YANG HARUS KITA PERTANGGUNGJAWABKAN

(www.renunganharian.net)

Oct
2010

Dipojokkan

Baca: Mazmur 56 Ayat Mas: Mazmur 56:12 Bacaan Alkitab Setahun: Yeremia 6-8; 1 Timotius 5

Daud pernah mengalami masa-masa yang sulit dalam hidupnya, terutama ketika ia terpaksa hidup dalam pelarian karena dikejar-kejar untuk dibunuh oleh Raja Saul. Ia hidup dalam tekanan, terlunta-lunta dari satu tempat ke tempat yang lain; mulai Nob, Gat, Gua Adulam, hingga Padang Gurun Zif. Ia harus terpisah dari keluarganya; kelelahan dan kelaparan; terancam dan ketakutan. Ia merasa sendirian, dan semua orang seolah-olah bangkit memusuhinya.

Mazmur 56 ditulis Daud ketika ia ditangkap oleh orang Filistin di Gat, dan ia sampai terpaksa berpura-pura gila (1 Samuel 21:10-15). Akan tetapi, di tengah ketakutan dan kepahitan hidupnya itu, Daud justru menemukan kebenaran sesungguhnya. Ia tahu bahwa manusia bisa mereka-rekakan sesuatu yang jahat untuknya, memusuhi dan menginginkan kecelakaan dirinya, tetapi ia tidak gentar. Sebab ia tahu persis, dalam perlindungan Allah, ia aman.

Saat ini mungkin kita tengah mengalami situasi seperti Daud. Kita dipojokkan oleh rekan sekerja yang bermaksud menjatuhkan kita, diancam oleh orang-orang yang membenci kita, ditinggalkan teman dekat karena kebenaran yang kita perjuangkan. Kita ditentang oleh keluarga dan kerabat sendiri, disalahartikan oleh rekan sepelayanan yang terus mencari-cari kesalahan kita. Jika kita berada dalam posisi begitu, jangan kecil hati ataupun kalut. Perkuat kepercayaan kepada Allah, sehingga seperti Daud kita bisa berkata: “Kepada Allah aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?” (ayat 12). Ya, jika Allah di pihak kita, kepada siapa kita perlu takut?

ANDALKAN ALLAH, MAKA KITA TIDAK AKAN KECEWA

www.renunganharian.net